Jakarta, Koin.Digital – Tokocrypto, salah satu platform jual beli aset koin digital di Indonesia yang berdiri pada Juni 2017, menggandeng Infonesia, aplikasi media sosial baru, sebagai sarana edukasi publik.

Meski koin digital pertama kali, Bitcoin, telah diperkenalkan sejak 10 tahun lalu, diikuti dengan ratusan koin digital lainnya, faktanya masih banyak orang yang belum paham apa itu blockchain, Bitcoin, koin digital atau cryptocurrency, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Huobi Ekspansi ke Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan 

Sejak beroperasi pada April 2018, telah memiliki lebih dari 10.000 anggota dan bekerja sama dengan 10 komunitas blockchain dan aset koin digital.

“Masih banyak publik yang ragu, bahkan khawatir atas potensi aset kripto dan blockchain karena informasi yang terbatas,” ungkap Pang Xue Kai, co-founder and CEO Tokocrypto, dalam siaran persnya yang diterima TechnoBusiness Media Network (TMN), Kamis (15/11).

Sebetulnya Tokocrypto telah memiliki ruang edukasi bernama Toko Outreach. Namun, kerja sama dengan Infonesia diharapkan mampu menyebarkan informasi-informasi terkait koin digital secara lebih maksimal.

Sebab, menurut Ihsan Fadhlur Rahman, CEO Infonesia, Infonesia memiliki keunikan, yakni menyampaikan informasi secara interaktif dalam format suara dan foto serta personal langsung dari para responden terverifikasi.

Sejak beroperasi pada April 2018, telah memiliki lebih dari 10.000 anggota dan bekerja sama dengan 10 komunitas blockchain dan aset koin digital.●

Teks: Dawam Sugiarto/TMN ● Foto: Tokocrypto

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here